Pernah merasakan jantung berdebar saat sedang stres, menghadapi meeting penting, atau dikejar tenggat pekerjaan? Kondisi ini cukup umum terjadi. Saat tubuh menghadapi stres, hormon seperti adrenalin dapat membuat denyut jantung meningkat sebagai bagian dari respons alami tubuh.
Namun, jantung berdebar yang sering terjadi atau disertai keluhan lain sebaiknya tidak diabaikan. Selain stres, jantung berdebar juga dapat dipicu oleh kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, rokok, obat tertentu, atau kondisi kesehatan seperti gangguan irama jantung.
Kapan Jantung Berdebar Perlu Diwaspadai? Perhatikan jika jantung berdebar:
- Terjadi berulang atau semakin sering.
- Berlangsung cukup lama dan tidak membaik setelah beristirahat.
- Disertai pusing atau hampir pingsan.
- Disertai sesak napas.
- Disertai nyeri atau rasa tidak nyaman di dada.
- Membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Jika jantung berdebar disertai nyeri dada berat, sesak napas berat, pingsan, atau kondisi yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi pemicu jantung berdebar, antara lain:
- Tidur yang cukup dan teratur.
- Membatasi konsumsi kafein jika membuat jantung berdebar.
- Menghindari rokok.
- Berolahraga secara rutin sesuai kondisi tubuh.
- Melakukan teknik relaksasi atau pernapasan ketika menghadapi situasi yang membuat stres.
Jika keluhan tetap berulang, jangan hanya menganggapnya sebagai akibat stres. Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebabnya dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan jantung lebih lanjut. Jantung berdebar tidak selalu menandakan penyakit jantung. Namun, pemeriksaan penting dilakukan jika keluhan berulang, mengganggu aktivitas, atau disertai gejala lain.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Columbia Asia Hospital Medan dapat membantu mengevaluasi keluhan jantung berdebar dan menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi Anda. Jangan abaikan keluhan yang berulang.