Artikel

Nyeri Rahang Setelah Benturan, Kenali Tanda Bahaya Cedera Wajah!

Banyak orang mengira benturan di wajah saat berolahraga atau kecelakaan ringan hanya menimbulkan lebam biasa. Rasa ngilu di area pipi sering diabaikan begitu saja sampai akhirnya sulit membuka mulut. Padahal, nyeri rahang setelah benturan bisa menandakan trauma serius pada tulang mandibula maupun persendian wajah.

Mengapa Muncul Nyeri Rahang Setelah Benturan Keras?

Tulang mandibula bekerja tanpa henti saat Anda bicara, tertawa, dan mengunyah makanan. Daya hantaman yang kuat pada area dagu dapat merusak jaringan lunak di sekitarnya seketika. Akibat benturan tersebut, sendi temporomandibular atau TMJ yang menghubungkan rahang bawah ke tengkorak bisa mengalami peradangan hebat.

Cedera sendi ini membuat mulut Anda terasa kaku mendadak. Anda bahkan bisa merasakan gigi patah, goyang, atau saraf kecil di sekitar pipi tertekan. Tidak semua benturan berujung pada patah tulang. Anda tetap perlu waspada jika rasa sakit tidak kunjung reda setelah beberapa jam.

Ketika mengatupkan mulut, gigi atas dan bawah mendadak tidak bertemu secara pas. Rasa mengganjal ini merupakan indikasi kuat adanya pergeseran posisi tulang atau dislokasi sendi.

Kerusakan saraf sensorik akibat trauma sering memicu rasa baal atau kesemutan di bibir bawah. Wajah yang tampak asimetris juga menandakan adanya fraktur tulang wajah tersembunyi.

Hindari memijat, mengurut, atau sengaja menekan rahang yang sakit. Tindakan manipulasi mandiri justru memicu pergeseran fragmen tulang yang retak.

Sebaiknya, konsumsi makanan bertekstur sangat lembut seperti bubur halus untuk sementara waktu. Batasi gerakan mulut dan jangan tertawa terlalu lebar. Kompres dingin area pipi guna meredakan bengkak, lalu minum obat pereda nyeri sesuai anjuran farmasi.

Segera kunjungi unit gawat darurat jika Anda mulai sulit menelan, sesak napas, atau mengalami perdarahan terus-menerus dari gusi. Dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial akan mengevaluasi kondisi Anda lewat pemeriksaan fisik mendalam serta CT Scan maksilofasial bila diperlukan.

Bila Anda merasakan nyeri rahang setelah benturan yang tidak kunjung membaik, jangan tunda pemeriksaan lebih lama. Jadwalkan konsultasi dengan tim dokter spesialis di Columbia Asia Hospital terdekat untuk mendapatkan diagnosis akurat serta penanganan menyeluruh sebelum fungsi mengunyah Anda terganggu permanen.

Telah ditinjau oleh: dr. Fitri Handayani P. M.Kes | General Practitioner – Columbia Asia Hospital Medan