Nyeri perut saat stres sering dianggap sekadar masuk angin atau telat makan. Padahal, keluhan ini dapat dipengaruhi hubungan erat antara otak dan saluran cerna yang dikenal sebagai gut-brain axis. Saat stres meningkat, gerakan lambung dan usus dapat berubah sehingga memicu nyeri, kembung, mual, atau buang air besar tidak teratur (Rome Foundation, 2025).
Stres memengaruhi sistem saraf yang mengatur kerja lambung dan usus. Akibatnya, produksi asam lambung dapat meningkat, usus menjadi lebih sensitif, dan keluhan lebih mudah muncul. Meski begitu, nyeri perut saat stres juga dapat berkaitan dengan penyakit lambung, gangguan usus, batu empedu, atau penyakit hati sehingga tidak semua keluhan disebabkan faktor psikologis.
Beberapa kebiasaan dapat membuat keluhan semakin sering muncul. Menunda makan menyebabkan lambung kosong lebih lama. Minum kopi berlebihan dapat meningkatkan iritasi pada sebagian orang. Makan terlalu cepat membuat udara lebih banyak tertelan sehingga perut terasa penuh. Tidur larut malam juga dapat mengganggu proses pencernaan. Mengonsumsi obat pereda nyeri tanpa anjuran dokter berisiko mengiritasi lambung.
Keluhan ringan biasanya berupa nyeri yang membaik setelah makan, rasa penuh, kembung, atau keluhan yang muncul saat tekanan pekerjaan meningkat. Catat waktu munculnya gejala, makanan yang dikonsumsi, dan tingkat stres agar dokter lebih mudah menentukan penyebabnya.
Segera periksakan diri bila nyeri sangat hebat, disertai demam, muntah terus-menerus, muntah darah, tinja berwarna hitam, berat badan turun tanpa sebab, mata atau kulit menguning, atau nyeri tidak membaik selama beberapa minggu. Kondisi tersebut memerlukan evaluasi lebih lanjut. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan darah, USG, tes Helicobacter pylori, atau endoskopi sesuai hasil pemeriksaan klinis (British Society of Gastroenterology, 2022; Rome Foundation Guideline, 2025).
Nyeri perut saat stres yang berulang tidak sebaiknya diabaikan. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin tepat pula penanganannya. Jika Anda mengalami keluhan yang terus berulang atau muncul tanda bahaya, jadwalkan konsultasi dengan dokter di Columbia Asia Hospital untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan rekomendasi terapi yang sesuai dengan kondisi Anda.

Direview oleh