Nafsu makan turun sesekali memang bisa terjadi, misalnya saat stres atau sedang kurang fit. Keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan jika muncul tiba-tiba, berlangsung lebih dari beberapa hari, atau disertai gejala lain. Dalam beberapa kasus, nafsu makan turun dapat berkaitan dengan gangguan pada lambung, usus, hati, hingga penyakit sistemik. Menurut World Health Organization (WHO), perubahan pola makan yang menetap perlu dievaluasi karena dapat memengaruhi status gizi dan kesehatan secara menyeluruh (WHO, 2024).
Gangguan lambung seperti dispepsia dapat menyebabkan perut cepat kenyang, kembung, mual, atau nyeri ulu hati sehingga keinginan makan berkurang. Gangguan usus juga dapat menghambat penyerapan nutrisi dan memicu rasa tidak nyaman setelah makan. Sementara itu, penyakit hati dapat mengganggu proses metabolisme sehingga muncul nafsu makan turun, mudah lelah, atau penurunan berat badan. Pedoman gastroenterologi menyebutkan bahwa rasa cepat kenyang dan penuh setelah makan merupakan gejala yang sering ditemukan pada gangguan pencernaan tertentu (BSG, 2022; StatPearls, 2024).
Keluhan ringan seperti nafsu makan turun selama satu hingga dua hari akibat kurang tidur, stres, atau perubahan pola makan umumnya dapat membaik dengan istirahat cukup, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, serta memenuhi kebutuhan cairan. Jika keluhan menetap atau semakin berat, evaluasi medis menjadi langkah yang lebih aman.
Segera berkonsultasi jika nafsu makan turun berlangsung lebih dari satu minggu, disertai berat badan turun tanpa sebab, muntah berulang, BAB berdarah, nyeri perut hebat, kulit atau mata menguning, atau demam. Dokter akan menentukan pemeriksaan yang sesuai, mulai dari wawancara medis, pemeriksaan fisik, tes darah, USG, hingga endoskopi bila diperlukan untuk menemukan penyebabnya secara akurat. Rome Foundation juga menegaskan bahwa evaluasi diperlukan bila gejala mengarah pada gangguan organik, bukan hanya gangguan fungsional (Rome Foundation; StatPearls, 2024).
Jika nafsu makan turun tidak kunjung membaik atau disertai keluhan pencernaan lainnya, jangan menunggu hingga kondisi semakin mengganggu aktivitas. Tim dokter di Columbia Asia Hospital siap membantu melakukan evaluasi menyeluruh, menentukan penyebabnya, dan menyusun penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Direview oleh