Artikel

Dampak Reward pada Anak, Bikin Rajin atau Malah Ketergantungan Hadiah?

Sistem poin dan bintang sering menjadi cara andalan para orang tua agar anak lebih patuh dan bersemangat menjalankan tugas sehari-hari. Metode ini memang dapat membantu membentuk kebiasaan positif dalam jangka pendek. Namun, jika digunakan terlalu sering, reward dapat membuat anak lebih fokus pada hadiah daripada tujuan dari aktivitas yang dilakukan (World Journal of Advanced Research and Reviews, 2024).

Pada dasarnya, anak memiliki motivasi intrinsik, yaitu dorongan yang muncul dari rasa ingin tahu, kepuasan, dan kebanggaan saat berhasil melakukan sesuatu. Ketika setiap perilaku positif selalu diikuti hadiah, anak berisiko menjadi bergantung pada motivasi eksternal dan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan dorongan dari dalam dirinya sendiri (World Journal of Advanced Research and Reviews, 2024).

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak mulai bertanya, “Hadiahnya apa?” sebelum melakukan tugas, kehilangan semangat saat reward dihentikan, atau lebih fokus mengejar hadiah daripada menikmati proses belajar. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat membentuk pola pikir transaksional dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan berarti orang tua harus menghentikan reward sepenuhnya. Penghargaan tetap dapat digunakan untuk membantu membangun kebiasaan baru. Namun, apresiasi terhadap usaha dan proses sebaiknya lebih sering diberikan daripada hadiah materi. Misalnya dengan mengatakan, “Ayah bangga karena kamu sudah berusaha menyelesaikan tugas sampai selesai,” atau “Terima kasih sudah membantu tanpa diminta.”

World Health Organization (WHO) juga menekankan pentingnya responsive caregiving, yaitu pengasuhan yang responsif melalui dukungan emosional, komunikasi positif, dan keterlibatan aktif orang tua dalam kehidupan anak (WHO Guideline, 2024).

Jika anak mulai menolak melakukan aktivitas tanpa imbalan, mudah marah saat tidak mendapatkan hadiah, atau perilaku tersebut mulai memengaruhi hubungan sosial dan prestasi belajar, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

Masih bingung menentukan pola asuh yang tepat untuk si kecil? Konsultasikan tumbuh kembang dan perilaku anak bersama dokter spesialis anak di Columbia Asia Hospital. Pendampingan yang tepat sejak dini dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan memiliki motivasi yang sehat.

Direview oleh

FEKA ANGGE PRAMITA
dr.

FEKA ANGGE PRAMITA

PSYCHOLOGY
Jadwalkan Konsultasi