Mendengarkan musik favorit lewat earphone saat naik transportasi umum atau bekerja memang menyenangkan. Kebiasaan ini tanpa sadar sering membuat kita menaikkan volume suara demi meredam bising sekitar. Padahal, kebiasaan buruk masyarakat urban ini menyimpan ancaman nyata bagi fungsi pendengaran Anda. Bahaya earphone volume tinggi bukan sekadar mitos, melainkan pemicu utama kerusakan saraf telinga yang tidak bisa disembuhkan.
Telinga bagian dalam memiliki organ penting bernama koklea yang berisi ribuan sel rambut halus. Sel-sel rambut ini bertugas menangkap gelombang suara lalu mengubahnya menjadi sinyal listrik ke otak. Suara yang terlalu keras akan menggetarkan sel rambut secara berlebihan hingga patah dan mati.
Menurut World Health Organization (WHO) (2024), batas aman paparan kebisingan adalah 85 desibel (dB) selama maksimal delapan jam per hari. Paparan kebisingan yang melebihi ambang tersebut dapat menimbulkan kerusakan progresif pada sel rambut koklea yang berperan dalam proses pendengaran. Kerusakan sel tersebut bersifat kumulatif dan irreversibel karena tidak dapat beregenerasi, sehingga berpotensi menyebabkan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan pendengaran akibat paparan bising.
Gejala Saraf Telinga Mulai Terganggu
- Telinga sering berdenging (tinnitus) setelah melepas earphone.
- Suara obrolan orang lain terdengar bergumam atau kurang jelas.
- Anda kesulitan mendengar huruf konsonan seperti suara “S”, “T”, atau “P”.
Gunakan rumus aman 60/60 saat Anda mendengarkan musik. Batasi volume maksimal pada angka 60% dan istirahatkan telinga setiap 60 menit. Anda juga bisa beralih ke earphone jenis noise-cancelling agar tidak perlu menaikkan volume di tempat bising.
Jika telinga Anda terus berdenging selama lebih dari 24 jam, segera lakukan pemeriksaan. Anda juga perlu waspada apabila harus menyetel TV dengan volume jauh lebih keras dari orang lain. Jangan tunggu sampai kehilangan pendengaran total karena kerusakan saraf koklea tidak dapat dipulihkan.
Ambil Langkah Nyata untuk Kesehatan Telinga Anda! Jangan abaikan tanda-tanda penurunan pendengaran akibat bahaya earphone volume tinggi. Segera jadwalkan pemeriksaan pendengaran secara berkala bersama tim Dokter Spesialis THT di Columbia Asia Hospital.

Direview oleh