Artikel

Text Neck Syndrome, Bahaya Intai Leher Akibat Main HP

Pernahkah Anda menghitung berapa jam waktu yang dihabiskan untuk menatap layar ponsel dalam sehari? Media sosial dan game daring sering kali membuat kita lupa waktu hingga posisi tubuh membungkuk. Kebiasaan ini memicu masalah kesehatan baru yang kini populer dengan istilah Text Neck Syndrome. Kondisi ini bukan sekadar pegal biasa, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan struktur tulang belakang Anda.

Secara anatomi, kepala manusia memiliki bobot sekitar 5 kilogram dalam posisi tegak lurus. Ketika Anda menunduk hingga sudut 60 derajat untuk mengetik pesan, beban mekanis pada area leher melonjak drastis hingga mencapai 27 kilogram (Hansraj, 2014). Tekanan ekstrem yang berlangsung konstan ini berpotensi merusak bantalan tulang serta memicu kompresi pada celah saraf leher.

Akibatnya, risiko mengalami radikulopati servikal atau gangguan saraf leher kronis akan meningkat tajam (Harvard Health, 2024). Gejala awal yang patut Anda waspadai meliputi rasa kaku di pundak, nyeri tajam yang menjalar ke lengan, hingga sensasi kesemutan di ujung jari.

Sebenarnya, Anda dapat melakukan pencegahan dini dengan mengubah kebiasaan buruk sehari-hari. Mulailah mengangkat posisi ponsel sejajar dengan mata agar sudut tundukan kepala berkurang. Lakukan peregangan otot leher setiap 45 menit sekali guna melancarkan sirkulasi darah.

Evaluasi medis secara mendalam sangat diperlukan jika nyeri tidak kunjung membaik setelah beristirahat selama tiga hari. Segera jadwalkan pemeriksaan apabila Anda mulai merasakan kelemahan otot tangan atau kesulitan menggenggam benda. Penanganan yang terlambat bisa memperparah kerusakan struktur saraf permanen (Mayo Clinic, 2025). Silakan kunjungi Columbia Asia Hospital untuk mendapatkan diagnosis akurat dari tim dokter spesialis kami. Kami menyediakan fasilitas terapi modern dan konsultasi komprehensif demi memulihkan kesehatan tulang belakang Anda.

Direview oleh

HARLEY ENRICO ULAAN
dr.

HARLEY ENRICO ULAAN

NEUROLOGY
Jadwalkan Konsultasi