Pernahkah Anda berjalan menuju dapur lalu tiba-tiba bingung mencari apa? Fenomena psikologis ini dinamakan doorway effect. Banyak anak muda di Indonesia merasa cemas mengira diri mereka mulai pikun. Nyatanya, kondisi ini sangat wajar terjadi secara medis. Memahami doorway effect sangat penting agar Anda tidak panik berlebihan mengenai kesehatan otak. Secara sederhana, doorway effect merupakan fenomena ketika otak menghapus ingatan jangka pendek begitu Anda melewati pintu. Pintu ruangan bertindak nyata sebagai pembatas peristiwa fisik.
Di dalam otak kita terdapat bagian bernama hipokampus. Bagian ini bekerja memisahkan memori episodik berdasarkan konteks lingkungan sekitar. Saat Anda pindah kamar, otak menganggap babak lama telah usai. Selanjutnya, otak otomatis membuang memori lama demi menyimpan kepingan informasi baru. Riset ilmiah dari The Quarterly Journal of Experimental Psychology menegaskan bahwa melewati batas pintu memang secara aktif memicu pembaruan memori manusia.
Beban kerja kognitif pikiran yang terlalu penuh sering menjadi biang kerok utamanya. Gen Z sangat terbiasa melakukan multitasking sambil menatap layar ponsel terus-menerus. Akibatnya, fokus pikiran menjadi sangat mudah terpecah saat tubuh bergerak.
Faktanya, beberapa hal dapat memperkuat kondisi lupa sesaat ini:
- Sedang banyak pikiran atau terdistraksi.
- Kurang tidur malam atau kelelahan akut.
- Beban stres tinggi.
- Faktor usia yang semakin bertambah.
Cara termudah mengatasi doorway effect berpusat pada konsentrasi satu tugas. Ucapkan tujuan Anda berulang kali secara lisan sebelum melangkah pindah ruangan. Lalu, usahakan selalu mendapat tidur cukup setiap malam. Kelola juga stres harian Anda sebaik mungkin.
Kelupaan sesaat ini sama sekali bukan penyakit. Bahkan, orang sehat pun sangat sering mengalaminya. Karenanya, Anda baru membutuhkan evaluasi medis bila lupa mendadak ini mulai merusak produktivitas harian. Apalagi jika Anda mulai melupakan arah jalan pulang ke rumah. Kondisi ekstrem seperti ini jelas butuh pemeriksaan kognitif lanjutan. World Health Organization (WHO) mengingatkan bahwa gangguan memori ekstrem bisa menunjukkan masalah neurologi serius berupa demensia.
Jangan pernah tunda menjaga kesehatan otak Anda. Konsultasikan segera keluhan memori Anda bersama dokter spesialis neurologi di Columbia Asia Hospital. Tim ahli kami selalu siap memberi diagnosis akurat lewat kelengkapan fasilitas medis modern. Anda bisa melakukan deteksi dini secara aman dan nyaman. Hubungi Columbia Asia Hospital dan jadwalkan pemeriksaan saraf Anda hari ini juga!
Direview oleh