Artikel

Olahraga Bagi Epilepsi: Mitos Dilarang Capek

Banyak orang percaya penderita epilepsi dilarang kelelahan. Sayangnya, mitos usang ini membuat banyak anak muda takut bergerak. Nyatanya, olahraga bagi epilepsi justru penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental Anda setiap harinya.

Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat karena lonjakan aktivitas listrik otak yang tidak normal. Biasanya, gejalanya berupa kejang berulang, tatapan kosong, kebingungan sesaat, sampai hilang kesadaran secara mendadak. Faktor risikonya bermacam-macam, mulai dari riwayat genetik keluarga, cedera kepala berat, hingga riwayat infeksi otak. Padahal, olahraga bagi epilepsi jarang sekali memicu serangan kejang dadakan asalkan kondisinya sudah benar-benar terkontrol obat.

Ternyata, Anda tetap bisa hidup aktif setiap hari tanpa cemas. World Health Organization (WHO) melaporkan pasien epilepsi dengan rutinitas fisik teratur justru memiliki tingkat depresi yang jauh lebih rendah.

International League Against Epilepsy (ILAE) menyatakan olahraga bagi epilepsi amat sangat dianjurkan. Bahkan, aktivitas ringan seperti joging santai, yoga, senam, dan bulu tangkis tergolong sangat aman dilakukan. Rutinitas ini ampuh meredakan stres harian pemicu kejang.

Pastinya, beberapa aktivitas menuntut sedikit modifikasi khusus demi keamanan ekstra. Berenang atau bersepeda selalu wajib didampingi oleh teman. Sebaliknya, jauhi olahraga ekstrem semacam panjat tebing. Intinya, pastikan olahraga bagi epilepsi berintensitas sedang dan tubuh tidak sampai dehidrasi.

Lantas, kapan Anda butuh evaluasi medis mendesak? Segera temui dokter apabila kejang muncul lebih dari lima menit. Terlebih lagi, jika terjadi cedera saat sedang berolahraga. Jangan pernah mengabaikan tanda bahaya dari tubuh Anda.

Supaya rutinitas olahraga bagi epilepsi selalu aman terkendali, pastikan Anda mendapat arahan medis akurat. Konsultasikan masalah kesehatan saraf Anda bersama dokter spesialis tepercaya di Columbia Asia Hospital hari ini. Yuk, jadwalkan pemeriksaan Anda sekarang juga!

Direview oleh

DHIRA ATMAN
dr.

DHIRA ATMAN

NEUROSURGERY
Jadwalkan Konsultasi