Artikel

Kesehatan Otak: Apakah Rutin Kardio Saja Sudah Cukup?

Banyak orang berpikir lari pagi setiap hari sudah pasti cukup menjaga kesehatan otak. Faktanya, anggapan ini kurang tepat. Kita sering mengeluh mendadak lupa, padahal usia masih muda. Kondisi ini sering kita sebut brain fog atau otak lemot.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan aktivitas fisik rutin demi mencegah demensia. Meski kardio memperlancar aliran darah, otak manusia butuh rangsangan yang jauh lebih beragam. Kita mengenal istilah Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), semacam pupuk alami pembentuk sel saraf baru.

Kapasitas jaringan otak beradaptasi atau neuroplastisitas sangat bergantung pada variasi gerakan. Bahkan, laporan Harvard Medical School membuktikan bahwa latihan beban memicu pelepasan hormon spesifik penyubur jaringan saraf. Maka, kombinasi kardio, angkat beban, serta latihan koordinasi memberikan hasil optimal.

Faktor risiko utamanya meliputi gaya hidup malas gerak dan kurang istirahat. Akibatnya, sel saraf kita perlahan menyusut. Gejala awal biasanya berupa kesulitan mengingat nama teman, lambat mencerna informasi baru, hingga merasa sangat lelah saat harus berpikir keras.

Pencegahan paling baik adalah memvariasikan jadwal olahraga harian Anda secara rutin. Cobalah selalu berjalan cepat dua kali seminggu. Selanjutnya, tambahkan sesi angkat beban ringan. Lakukan juga latihan keseimbangan seperti yoga agar fungsi kognitif terus terlatih setiap hari.

Sering lupa menaruh kunci mobil mungkin kadang terasa wajar. Walaupun demikian, jika kondisi tersebut mulai serius mengganggu kualitas kerja Anda, segeralah mencari bantuan medis. Membiarkan gejala terlalu lama bisa memperburuk kemampuan memori.

Jangan pernah menunggu sampai keluhan Anda menjadi makin berat. Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis saraf di Columbia Asia Hospital sekarang. Kami selalu siap mendampingi Anda mendeteksi masalah memori sejak dini. Jaga selalu kesehatan otak Anda mulai dari sekarang demi masa depan yang lebih cerdas dan produktif.

Direview oleh

DHIRA ATMAN
dr.

DHIRA ATMAN

NEUROSURGERY
Jadwalkan Konsultasi