Artikel

Beda Vertigo dan Darah Rendah, Kenali Ciri Khasnya! 

Sering tiba-tiba pusing saat bangkit dari tempat tidur setiap pagi? Banyak orang Indonesia langsung menebak terserang vertigo atau kurang darah. Nyatanya, tebakan ini sering keliru. Pasalnya, salah menebak berarti salah minum obat. Akibatnya, keluhan justru bertambah parah. 

Vertigo sebenarnya bukan penyakit murni. Kondisi ini merupakan gejala gangguan sistem vestibular telinga dalam atau saraf otak. Menurut Johns Hopkins Medicine (2024), penderita merasakan dunia sekelilingnya berputar hebat. Bahkan, penderita sering mual hingga muntah. 

Berbeda halnya dengan masalah hipotensi. Darah rendah membuat aliran oksigen ke otak berkurang sejenak. American Heart Association mencatat sensasinya lebih condong ke arah “kliyengan”, terutama saat berubah posisi cepat. Tentu saja, beda vertigo dan darah rendah terlihat jelas dari sensasi berputarnya. 

Langkah awal saat serangan datang sangat menentukan. Cobalah duduk perlahan sambil mengatur napas. Jika merasakan lingkungan berputar kencang, segera pejamkan mata. Sebaliknya, minumlah air hangat jika pandangan hanya gelap sesaat. World Health Organization sangat menyarankan hidrasi cukup untuk menjaga stabilitas tensi harian. Teruslah memperhatikan beda vertigo dan darah rendah dari durasi serangannya. 

Gejala pusing membandel jangan Anda abaikan. Terlebih lagi jika keluhan memicu pingsan berulang. Segera cari pertolongan medis profesional. Memastikan beda vertigo dan darah rendah membutuhkan evaluasi neurologis yang akurat. 

Jadwalkan konsultasi kesehatan Anda bersama dokter spesialis saraf atau penyakit dalam di Columbia Asia Hospital. Tim medis kami siap memberikan diagnosis tepat agar Anda cepat pulih.  

Direview oleh

INDRIAZEL SYAPUTRI HUTASUHUT
dr.

INDRIAZEL SYAPUTRI HUTASUHUT

NEUROLOGY
Jadwalkan Konsultasi