Artikel

Bahaya Tersembunyi di Balik Dengkuran Keras saat Tidur

Banyak orang menganggap dengkuran (ngorok) saat tidur sebagai hal yang wajar. Namun, dengkuran yang keras dan terjadi terus-menerus dapat menjadi tanda gangguan yang lebih serius, yaitu Obstructive Sleep Apnea.

Dalam kondisi normal, saat tidur, detak jantung dan tekanan darah akan menurun secara alami sebagai bagian dari proses pemulihan tubuh. Namun pada sleep apnea, terjadi henti napas berulang akibat penyempitan atau sumbatan saluran napas atas. Kondisi ini menyebabkan penurunan kadar oksigen (hipoksia intermiten) yang berulang sepanjang malam.

Setiap kali kadar oksigen menurun saat kita tidur, tubuh akan langsung bereaksi dengan mengaktifkan sistem saraf simpatis. Hal ini memicu peningkatan denyut jantung, lonjakan tekanan darah, dan membuat tidur menjadi tidak nyenyak. Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi yang dikenal sebagai sleep apnea (henti napas saat tidur) ini sangat berbahaya bagi kardiovaskular. American Heart Association (AHA) menyatakan bahwa sleep apnea berkaitan erat dengan risiko penyakit mematikan seperti darah tinggi, penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, stroke, hingga gagal jantung.

Meskipun tidak semua orang yang mendengkur mengalami sleep apnea, Anda harus ekstra waspada jika kebiasaan tersebut disertai gejala lain. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda memiliki dengkuran yang keras dan kronis, sering terbangun tiba-tiba karena merasa tercekik atau tersengal-sengal, bangun pagi dengan sakit kepala, serta merasa sangat lelah atau mengantuk berlebihan di siang hari.

Untuk membantu mengurangi risiko dan mengatasi keluhan tersebut, ada beberapa perubahan gaya hidup sederhana yang bisa Anda lakukan. Biasakanlah untuk tidur dengan posisi miring dan pastikan pola tidur Anda selalu teratur setiap harinya. Selain itu, penting juga untuk menjaga berat badan tetap ideal serta menghindari konsumsi minuman beralkohol, terutama menjelang waktu tidur.

Namun, bila keluhan menetap, pemeriksaan medis seperti sleep study diperlukan untuk menegakkan diagnosis secara pasti.

Columbia Asia Hospital menyediakan layanan evaluasi gangguan tidur dan skrining risiko kardiovaskular secara komprehensif. Dengan pendekatan multidisiplin dan fasilitas diagnostik modern, pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat sejak dini.

Gangguan tidur bukan hanya memengaruhi kualitas istirahat, tetapi juga berdampak pada kesehatan jantung dalam jangka panjang. Mengenali gejalanya lebih awal adalah langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Artikel ini telah ditinjau oleh: dr. Maruli Tua Sianipar, Sp.JP