Banyak perempuan sering mengabaikan perut kembung atau rasa begah setelah makan, dan hanya menganggapnya sebagai masalah pencernaan biasa. Padahal, keluhan yang terasa sepele ini bisa menjadi sinyal peringatan penting dari tubuh salah satunya adalah tanda awal kanker ovarium. Dalam dunia medis, penyakit ini kerap dijuluki silent killer karena gejalanya nyaris tidak terasa pada tahap awal.
Lalu, apa hubungannya perut begah dengan kanker ovarium?
Kondisi ini terjadi ketika sel abnormal tumbuh tak terkendali pada indung telur. Saat tumor pada ovarium mulai membesar, ia akan menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk lambung dan usus. Selain itu, sel kanker juga sering memicu penumpukan cairan di rongga perut. Kombinasi tekanan dan cairan inilah yang membuat perut terasa sangat penuh, kembung, dan membengkak.
Kanker ovarium berisiko tinggi karena sebagian besar penderita baru menyadari dan menerima diagnosis ketika sel kanker sudah menyebar luas. Oleh karena itu, Anda harus ekstra waspada jika perut kembung datang disertai dengan gejala persisten berikut:
- Nyeri panggul atau perut bagian bawah secara berlebih.
- Merasa sangat cepat kenyang padahal baru makan sedikit.
- Dorongan buang air kecil yang lebih sering dari biasanya.
Risiko ini bisa semakin meningkat karena faktor usia, gaya hidup yang kurang gerak, hingga faktor genetik seperti riwayat keturunan.
Anda bisa melakukan pencegahan sejak dini dengan menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga ringan minimal setengah jam setiap hari, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar. Selain itu, penggunaan pil kontrasepsi oral selama beberapa tahun juga diketahui bisa menurunkan risiko kelainan pada indung telur. Namun, pastikan Anda berdiskusi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai konsumsinya.
Menunggu gejala reda dengan sendirinya justru memberi celah bagi penyakit untuk menyebar. Segera temui dokter spesialis kami jika gejala perut kembung atau nyeri panggul terus muncul hampir setiap hari selama dua minggu penuh. Anda dapat mengatur jadwal konsultasi langsung di Columbia Asia Hospital untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Artikel ini Telah Ditinjau oleh: dr. T Amru Umara, Sp.OG