Artikel

Benarkah Setiap Benjolan Keras di Tulang Adalah Kanker?

Pernahkah Anda meraba lengan atau lutut dan tiba-tiba menyadari ada benjolan keras yang sebelumnya tidak ada? Pikiran pertama yang lewat biasanya langsung membuat panik: “Waduh, jangan-jangan ini kanker!” Tenang, mari tarik napas panjang dulu. Mitos di masyarakat memang sering mengaitkan setiap benjolan dengan kanker, yang akhirnya justru membuat kita takut berobat. Padahal, fakta medisnya sering kali tidak seburuk yang kita bayangkan.

Benjolan pada tulang disebut sebagai tumor tulang. Tapi tunggu dulu, jangan langsung takut mendengar kata “tumor”. Istilah ini sekadar merujuk pada adanya sel atau jaringan yang tumbuh tidak normal. Tidak semua benjolan keras di sekitar tulang adalah kanker. Benjolan dapat berasal dari tulang, sendi, atau jaringan lunak di sekitarnya. Namun, benjolan yang membesar, nyeri menetap, terasa nyeri pada malam hari, atau mengganggu fungsi tetap perlu diperiksakan

Berdasarkan literatur dari American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) dan Mayo Clinic, faktanya sebagian besar tumor tulang bersifat jinak (non-kanker). Artinya, benjolan tersebut tidak akan menyebar merusak organ tubuh lainnya.

Penyebab benjolan ini sangat beragam. Salah satu dalang yang paling sering ditemui adalah osteokondroma, yakni pertumbuhan tulang dan tulang rawan yang sedikit berlebihan. Kondisi ini sangat wajar terjadi, terutama di masa pertumbuhan. Kadang kala, benjolan keras juga bisa muncul dari proses pemulihan retak tulang ringan yang mungkin terjadi tanpa Anda sadari saat berolahraga.

Lalu, gejala apa yang butuh diwaspadai? Perhatikan jika benjolan tersebut dibarengi rasa nyeri yang makin menyiksa di malam hari, ukurannya membesar dengan cepat dalam hitungan minggu, atau membuat Anda sering demam tanpa sebab. Jika benjolan diam saja, tidak sakit saat ditekan, dan ukurannya menetap, umumnya itu adalah kondisi yang jinak.

Sebagai langkah awal, aturannya hanya satu, jangan dipijat atau diurut! Memijat area yang memiliki benjolan tak dikenal justru berisiko memicu peradangan baru atau mencederai pembuluh darah di sekitarnya. Cukup pantau perkembangannya dan jaga agar area tersebut tidak terbentur benda keras.

Jika benjolan mulai membuat Anda sulit menggerakkan sendi, terasa sangat nyeri hingga mengganggu tidur, atau memicu rasa kesemutan yang menjalar, ini adalah sinyal tubuh agar Anda segera mencari bantuan medis profesional.

Jangan biarkan ”diagnosis internet” membuat Anda tidak bisa tidur tenang. Mendapatkan kepastian medis adalah kunci untuk kesehatan fisik dan mental Anda. Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis Ortopedi & Traumatologi di Columbia Asia Hospital.

Telah ditinjau oleh: dr. Ivan Mucharry Dalitan, Sp.OT.Subsp.P.L(K)