Artikel

Penyebab Orang Indonesia Rentan Mengalami Osteoporosis di Usia Muda!

Dulu, kita sering mengira osteoporosis atau pengeroposan tulang hanyalah masalah bagi lansia. Namun, tahukah Anda? Tren medis saat ini menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan: semakin banyak orang Indonesia di usia produktif (30-an hingga 40-an) yang mulai kehilangan kepadatan tulangnya. Hal ini sangat krusial, sebab tulang adalah pondasi utama tubuh kita. Jika pondasi ini sudah rapuh sejak muda, risiko patah tulang akan meningkat drastis.

Secara medis, osteoporosis terjadi ketika proses pembentukan jaringan tulang baru tertinggal jauh dibandingkan dengan perusakan jaringan. Akibatnya, kepadatan tulang menurun, bagian dalamnya berubah menjadi berongga seperti spons, sehingga tulang menjadi sangat rapuh.

Lalu, mengapa orang Indonesia di usia muda makin rentan? Berdasarkan riset dari International Osteoporosis Foundation (IOF), Osteoporosis bisa terjadi pada usia muda disebabkan oleh karena ad penyakit penyerta seperti DM(diabetes mellitus), peny ginjal kronis, atau gangguan penyerapan nutrisi, penggunaan obat2an steroid jangka panjang, serta gaya hidup (kurang aktivitas fisik, kurang paparan sinar matahari, pola makan rendah kalsium, merokok dan konsumsi alkohol)

Kebiasaan bekerja di dalam ruangan ber-AC seharian membuat kita sangat kurang mendapat paparan sinar matahari pagi, padahal ini adalah sumber utama Vitamin D yang bertugas menyerap kalsium. Selain itu, pola makan rendah kalsium, malas bergerak, hingga rutinitas minum es kopi kekinian secara berlebihan terbukti dapat membuang cadangan kalsium tubuh.

Penyakit ini sering dijuluki silent disease karena diam-diam  massa tulang dapat berkurang tanpa menimbulkan gejala awal. Anda mungkin baru menyadarinya saat sering mengalami nyeri punggung bawah yang tak kunjung hilang, postur tubuh yang perlahan membungkuk, atau tiba-tiba mengalami retak tulang hanya karena terbentur ringan.

Kondisi ini bisa dicegah. Mulailah dengan rutin berjemur sekitar 15 menit setiap pagi. Penuhi kebutuhan kalsium harian Anda dari susu, tempe, tahu, atau sayuran hijau. Jangan lupa rutinkan olahraga menahan beban (weight-bearing) seperti jogging atau latihan beban ringan untuk merangsang kekuatan tulang baru.

Lalu, kapan Anda harus segera menemui dokter? Jika rasa ngilu pada tulang dan punggung sering muncul tanpa alasan fisik yang jelas, atau jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan pengeroposan tulang, jangan tunda lagi. Berhenti menebak-nebak kondisi kesehatan Anda dari internet. Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati tulang yang sudah patah. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi di Columbia Asia Hospital.

Telah ditinjau oleh: dr.Muhammad Rizal Renaldi, M.Ked(Surg), Sp.OT(K)