Kesehatan

Efek Negatif Rokok Pasif pada Perokok dan Orang di Sekitarnya

dampak perokok pasif

Rokok tidak hanya merugikan bagi perokok aktif, tetapi juga bagi non-perokok yang terpapar asap rokok secara pasif. Istilah non-perokok mengacu pada individu yang tidak merokok, sementara perokok pasif adalah orang yang secara tidak langsung terpapar asap rokok dari orang lain yang merokok di sekitarnya. Bahaya rokok pasif bagi kesehatan sudah menjadi perhatian serius dalam bidang kesehatan masyarakat karena dampaknya yang merugikan. 

Perokok pasif memiliki risiko yang signifikan untuk mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit paru-paru, kanker, dan gangguan pernapasan, meskipun mereka tidak secara langsung mengkonsumsi produk tembakau. Oleh karena itu, penting untuk terus mengedukasi masyarakat tentang bahaya rokok pasif dan mendorong kebijakan yang mendukung lingkungan bebas asap rokok guna melindungi kesehatan semua individu.

Non-perokok adalah individu yang tidak mengonsumsi tembakau dalam bentuk apa pun, baik itu rokok, cerutu, atau produk tembakau lainnya. Mereka tidak aktif memasukkan asap rokok ke dalam tubuh mereka. Sedangkan perokok pasif merupakan seseorang yang terpapar asap rokok dari lingkungan sekitarnya. 

Mereka tidak merokok secara langsung, tetapi terpapar dengan cara menghirup asap rokok dari perokok di sekitar mereka. Bahkan meskipun mereka tidak secara langsung mengkonsumsi tembakau, paparan terus-menerus terhadap asap rokok dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan mereka, menyebabkan risiko terkena penyakit yang sama seperti perokok aktif. 

Jika Anda tinggal dengan seseorang yang merokok, Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan stroke. Menurut Australian Government Department of Health and Aged Care, Non-perokok yang tinggal dengan perokok memiliki risiko 25% hingga 30% lebih besar untuk mengembangkan penyakit jantung, sedangkan risiko peningkatan 20% hingga 30% untuk mengembangkan kanker paru-paru.

Oleh karena itu, penting untuk menyadari risiko yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok pasif dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari bahaya tersebut.

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, di antaranya 250 zat beracun dan lebih dari 70 yang dapat menyebabkan kanker. Ketika seseorang merokok, asap rokok tersebut dilepaskan ke udara sekitarnya, menciptakan lingkungan yang berbahaya bagi siapa pun yang menghirupnya. Perokok pasif terpapar asap rokok saat mereka berada di dekat perokok aktif, baik di dalam ruangan tertutup maupun di udara terbuka.

Beberapa zat kimia berbahaya dalam asap tembakau yang mungkin Anda kenali termasuk:
  • Benzene: Zat kimia dalam bensin.
  • Butana: Zat kimia dalam cairan pemantik.
  • Amonia: Zat kimia dalam produk pembersih rumah tangga.
  • Toluen: Zat kimia yang ditemukan dalam pengencer cat.
  • Kadmium: Zat kimia dalam baterai.
  • Formaldehida: Zat kimia yang ditemukan dalam pupuk, cairan pengawet mayat, dan bahan bangunan.

Akibat dari Bahaya Merokok Bagi Perokok Pasif dan Non-Perokok:

1. Penyakit Paru-paru

Paparan asap rokok meningkatkan risiko terkena penyakit paru-paru, termasuk bronkitis dan emfisema. Sementara bagi Non-Perokok yang terpapar, asap rokok secara teratur memiliki risiko yang meningkat untuk mengembangkan penyakit paru-paru.

2. Kanker

Perokok pasif memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan kanker paru-paru, meskipun mereka tidak merokok. Bagi Non-Perokok, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, kanker mulut, dan kanker lainnya pada non-perokok.

3. Penyakit Jantung

Paparan asap rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, termasuk penyempitan pembuluh darah dan peningkatan risiko serangan jantung.

4. Gangguan Pernapasan

Asap rokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti sesak napas dan batuk.

5. Masalah Kesehatan Anak

Bayi dan anak-anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi pernapasan, asma, dan masalah kesehatan lainnya.

Bahaya rokok pasif tidak boleh diremehkan. Baik perokok maupun non-perokok berisiko terkena dampak negatif dari asap rokok. Berhenti merokok tidak hanya akan membuat Anda lebih sehat, tetapi juga akan meningkatkan kesehatan pasangan, anak-anak, atau anggota rumah tangga lainnya. 

Jika Anda belum siap untuk berhenti, menjadikan rumah dan mobil Anda bebas dari asap rokok adalah cara terbaik berikutnya untuk melindungi keluarga Anda dari asap rokok pasif. Oleh karena itu, langkah-langkah preventif seperti menciptakan lingkungan bebas asap rokok dan mendukung kebijakan anti-tembakau adalah penting untuk melindungi kesehatan semua orang.

Bagi Anda para perokok pasif dan non-perokok yang terlanjur terpapar penyakit akibat asap rokok, segera konsultasikan dengan dokter atau Ahli kesehatan di RS Columbia Asia dan dapatkan pelayanan terbaik demi memperoleh kesehatan di masa yang akan datang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai efek negatif rokok pasif, Anda dapat mengunjungi Rumah Sakit Columbia Asia yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Semarang, dan Medan.

Referensi: